Minggu, 23 November 2014
Senin, 17 November 2014
Industri ramah lingkungan di Aspek Pertanian
Industri Ramah Lingkungan di Aspek Pertanian
oleh:
Bhekti Dwiyanto
Pertanian
merupakan salah satu sector penting dalam kehidpuan masyarakat di Indonesia.
Sector ini sangat bergantung pada
kondisi alam dan factor teknis atau tindakan-tindakan yang dilakukan petani
selama proses budidaya. Hal ini menutnntut adanya inovasi-inovasi dari
pengusaha atau petani dalam bercocok tanam dengan tetap mempertahankan
kelestarian alam.
Penggunaan
bahan kimia dengan dosis yang tinggi dan jangka waktu yang lama akan
menyebabkan terjadinya akumulasi residu bahan kimia di dalam tanah dan akan berpotensi mencemari lingkungan. Dampak
lain yang timbul sebagi dampak langsung dari penggunaan bahan kimia ini adalah
menurunnya kualitas tanah yang berdampak pada berkurangnya keragaman hayati dan
musuh alami organisme pengganggu tanaman serta munculnya hama-hama resisten.
Karna hama-hama akan dapat beradaptasidengan bahan-bahan kimia terentu dan akan
membuat petani menambah zat kmia lebih banyak untuk membasmi hama tersebut.
Dampak
negative dari penggunaan bahan kimia ini pada lingkungan dapat dilihat dari
keadaan tanah pada lahan pertanian yang makin lama makin keras struktrur
tanahnya sehingga makin sulit untuk diolah. Akibatnya petanimembutuhkan input
pemupukan yang semakin banyak agar produksi tetap dapat dipertahankan. Keadaan
ini menyebakan petani juga harus meningkatkan biaya produksi. Selain itu dampak
lainnya yaitu menurunnya jumlah biota tanah karna penggunaan bahan kimia yang
juga mengakibatkan kesuburan tanah berkurang.
Penurunan
kualitas lingkungan dan pencemaran terhadap produk-produk yang dihasilkan karna
penggunaan bahan kimia yang berlebihan hal ini terjadi karna kurangnya
informasi yang didaptkan oleh petani tentang cara bercocok tanam yang baik..
Akibatnya banyak komponen yang sebenarnya bermanfaat terbuang tanpa disengaja
dan komponen yang berbahaya justru dipertahankan.
Perkembangan
dunia pengetahuan yang sangat pesat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya
makanan sehat menghendaki produk-produk pertanian yang bebas dari residu dan
bahan kimia. Hal ini mendorong upaya-upaya untuk menghasilkan inovasi-inovasi
dalam mengembangkan teknik budidaya pertanian yang bertujuan untuk menghasilkan
produk-produk pertanian berkualitas yang sangat bagus tanpa mengesampingkan
keselarasan lingkungannya.
Pemanfaatan bahan-bahan alami lokal di sekitar lokasi pertanian seperti
limbah produk pertanian sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik seperti
kompos sangat efektif mereduksi penggunaan pupuk kimia sintetis yang
jelas-jelas tidak ramah lingkungan. Demikian juga dengan pemanfaatan bahan
alami seperti tanaman obat yang ada untuk dibuat racun hama akan mengurangi
penggunaan bahan pencemar bahaya yang diakibatkan pestisida, fungisida, dan
insektisida kimia.
Penggunaan
mikroorganisme pada pembuatan pupuk organik, selain akan meningkatkan efisiensi
penggunaan pupuk, juga akan mengurangi dampak pencemaran air tanah dan
lingkungan yang timbul akibat pemakaian pupuk kimia yang berlebihan. Di samping
itu, banyak mikroorganisme di alam yang memiliki kemampuan mereduksi dan
mendegradasi bahan-bahan kimia berbahaya yang diakibatkan pencemaran dari bahan
racun yang digunakan dalam aktivitas pertanian konvensional seperti racun
serangga dan hama.
Dengan kemajuan
teknologi, pertanian organik adalah pertanian ramah lingkungan yang murah dan
berteknologi sederhana (tepat guna) dan dapat dijangkau semua petani di
Indonesia. Serangga hama dan musuh alami merupakan bagian keanekaragaman
hayati. Serangga hama memiliki kemampuan berbiak yang tinggi untuk mengimbangi
tingkat kematian yang tinggi di alam.
Keseimbangan alami antara serangga hama dan musuh alami
sering dikacaukan penggunaan insektisida kimia yang hanya satu macam. Pertanian
organik bukan hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga bagi lingkungan bumi.
Pertanian organik adalah pertanian yang ramah lingkungan.
Artinya, pelaku sistem pertanian organik telah berusaha tidak merusak dan
menganggu keberlanjutan komponen-komponen lingkungan yang terdiri atas tanah,
air, udara, tanaman, binatang, mikroorganisme, dan tentunya manusia.
Beberapa hal positif dari usaha pertanian organic
ini adalah :
1. Berkurangnya
pencemaran lingkungan lingkungan akibat penggunaan dari bahan kimia yang
berlebihan
2. Organisme-organisme
pembasmi hama alami akan tetap ada
3. Terjaganya
keragaman hayati
4. Produk
yang dihasilkan jauh lebih aman untuk dikonsumsi
5. Harga
jual produk yang cukup menguntungkan untuk petani
6. Masyarakat
yang sadar akan pentingnya hidup sehat mulai berkembang sehingga pasar untuk
hasil pertanian untuk bahan-bahan pangan organic semakin luas.
Dari
contoh-contoh positif diatas sudah dapat kita lihat betapa menguntungkannya
pertanian organic ini. Menguntungkan bagi lingkungan karan dengan bertani
organic tidak ada limbah pertanian yang akan membayakan lingkungan. Menguntungkan
untuk petani karna harga jual untuk produk pertanian organic cukup mahal dan
modal yang dikeluarkan petani cukup murah karna untuk pupuk, pembasmi hama dan
lain-lain bias didapatkan langsung dari
alam. Dan menguntungkan bagi masyarakat atau konsumen karna dengan mengonsumsi
makanan organic akan menghindarkan kita dari bahaya-bahaya zat kimia yang
terdapat pada makanan anorganik.
Minggu, 09 November 2014
Artikel kandungan Zat Kimia Pada Makanan
Kandungan Zat Kimia dalam
Makanan Ini Perlu Diwaspadai
Berikut beberapa zat kimia makanan yang berpotensi menimbulkan
bahaya bagi kesehatan. Perlu Anda waspadai.
Tak mengherankan bila Anda tak banyak tahu zat apa saja yang
masuk dalam perut melalui makanan setiap hari. Begitu banyaknya makanan yang
ditambah zat kimia atau bahan tambahan pangan (BTP) membuat Anda kerap tak lagi
waspada.
Padahal zat kimia, lemak trans, gula, dan garam berpotensi
merusak kesehatan bila kadarnya melewati batas yang ditentukan.
Sayangnya zat tersebut
kini sudah digunakan hampir di seluruh makanan. Termasuk makanan yang
dipertimbangkan sehat, seperti ikan atau beras. Berikut beberapa zat kimia yang
berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan yang perlu Anda waspadai.
1. Nitrat
Zat ini biasa digunakan untuk mempertahankan warna dan aroma pada daging, ikan, berserta produk olahannya. Penelitian Harvard pada 2010 membuktikan 1,8 ounce asupan daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 42 persen dan penyakit diabetes tipe 2 hingga 19 persen.
Pada riset ini menggunakan hewan, peneliti membuktikan nitrat mengakibatkan pengerasan pembuluh darah dan menurunkan toleransi pada gula. Menurut American Cancer Society, nitrat juga diketahui sebagai penyebab kanker pada hewan. Meski begitu, dampak buruk belum diketahui pasti apakah juga terjadi pada manusia.
Untuk menurunkan risiko terkena penyakit tersebut, sebaiknya hindari terlalu sering mengkonsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, burger dan sejenisnya. Peneliti Harvard menyarankan, batasi konsumsi daging olahan cukup sekali seminggu untuk meminimalkan risiko.
2. Merkuri
1. Nitrat
Zat ini biasa digunakan untuk mempertahankan warna dan aroma pada daging, ikan, berserta produk olahannya. Penelitian Harvard pada 2010 membuktikan 1,8 ounce asupan daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 42 persen dan penyakit diabetes tipe 2 hingga 19 persen.
Pada riset ini menggunakan hewan, peneliti membuktikan nitrat mengakibatkan pengerasan pembuluh darah dan menurunkan toleransi pada gula. Menurut American Cancer Society, nitrat juga diketahui sebagai penyebab kanker pada hewan. Meski begitu, dampak buruk belum diketahui pasti apakah juga terjadi pada manusia.
Untuk menurunkan risiko terkena penyakit tersebut, sebaiknya hindari terlalu sering mengkonsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, burger dan sejenisnya. Peneliti Harvard menyarankan, batasi konsumsi daging olahan cukup sekali seminggu untuk meminimalkan risiko.
2. Merkuri
Ketakutan pada merkuri menyebabkan banyak orang menolak konsumsi
ikan laut. Padahal dengan kandungan asam lemak omega 3, hidangan ikan tidak
layak dilewatkan.
Pemerintah Amerika bahkan mengeluarkan peringatan pada kelompok berisiko, misalnya wanita hamil, menyusui, dan anak, untuk menghindari beberapa jenis ikan dengan kadar merkuri tinggi.
Keracunan merkuri mengakibatkan kebingungan, minim koordinasi gerakan, berkunang-kunang, lemah otot, dan mengganggu perkembangan saraf pada anak. Environmental Protection Agency (EPA) memperingatkan, "Derajat paparan merkuri bergantung pada jumlah dan jenis ikan yang dimakan. Kunci penting kesehatan per individu bergantung pada pola konsumsinya masing-masing."
3. Bisphenol A (BPA)
BPA ditemukan dalam makanan kaleng dan berwadah plastik. Biasanya orang terkespos BPA melalui pola makan. BPA bisa bercampur pada makanan dan minuman, saat wadah tersebut dipanaskan.
Menurut National Institute of Environmental Health Sciences, BPA merupakan pengganggu endokrin dan berperan penting dalam mengganggu keseimbangan hormon, hingga menyebabkan kanker payudara dan prostat. BPA juga berperan dalam jumlah sperma yang rendah, masalah tingkah laku, obesitas, diabetes tipe 2, dan daya tahan tubuh yang lemah.
Menurut toksikologis Patricia Rosen, BPA menimbulkan ancaman kecil dalam jumlah sedikit. Namun paparan yang terus menerus akan meningkatkan faktor risiko. Sebagai pencegahan, Rosen menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan kalengan dan tidak memanaskan hidangan dalam wadah plastik.
4. Arsenik
Di Amerika, arsenik ditemukan secara alami dalam air tanah. Ketika arsenik anorganik dalam jumlah cukup besar masuk ke dalam air atau tanah pertanian, maka air yang diminum dan tanaman yang dihasilkan berbahaya bila dikonsumsi.
Menurut juru bicara American Academy of Nutrition and Dietetics, Heather Mangieri, arsenik dalam air sejauh ini belum menimbulkan masalah. "Populasi yang harus diawasi adalah mereka yang banyak mengkonsumsi nasi," kata Heather.
Pengawasan ini dilakukan atas bayi yang makan sereal, vegan dengan sayurannya, dan penderita celiac disease yang tidak boleh terlalu banyak makan padi-padian. Tips menghindari arsenik bagi yang mengkonsumsi beras adalah, pastikan beras sudah dicuci bersih dengan perbandingan saat memasak adalah 6 gelas air untuk 1 gelas beras.
5. Pewarna buatan
Riset yang dipublikasikan The Lancet pada November 2007 menemukan adanya "efek yang merugikan" pada anak usia 3, 8, dan 9 tahun dari minuman serta makanan yang menggunakan pewarna buatan. Riset yang dilakukan peneliti asal Southampton University ini menemukan, kecanduan pewarna buatan meningkatkan hiperaktivitas pada anak.
Sebuah meta-analysis yang diterbitkan American Academy of Child and Adolescent Psychology pada Januari 2012 juga menemukan adanya hubungan, antara pewarna buatan dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Riset tersebut memperkirakan 8 persen anak dengan ADHD memiliki gejala yang berhubungan dengan pewarna makanan. Namun hasil ini masih membutuhkan riset lanjutan.
Untuk mencegah paparan pewarna buatan pada anak, orangtua sebaiknya membatasi makanan yang menggunakan pewarna. Akibat yang merugikan ini meyakinkan Eropa melalui Food Standards Agency, untuk melarang penggunaan sejumlah pewarna buatan antara lain Blue Dye No. 1 dan Yellow Dye No. 5.
Pemerintah Amerika bahkan mengeluarkan peringatan pada kelompok berisiko, misalnya wanita hamil, menyusui, dan anak, untuk menghindari beberapa jenis ikan dengan kadar merkuri tinggi.
Keracunan merkuri mengakibatkan kebingungan, minim koordinasi gerakan, berkunang-kunang, lemah otot, dan mengganggu perkembangan saraf pada anak. Environmental Protection Agency (EPA) memperingatkan, "Derajat paparan merkuri bergantung pada jumlah dan jenis ikan yang dimakan. Kunci penting kesehatan per individu bergantung pada pola konsumsinya masing-masing."
3. Bisphenol A (BPA)
BPA ditemukan dalam makanan kaleng dan berwadah plastik. Biasanya orang terkespos BPA melalui pola makan. BPA bisa bercampur pada makanan dan minuman, saat wadah tersebut dipanaskan.
Menurut National Institute of Environmental Health Sciences, BPA merupakan pengganggu endokrin dan berperan penting dalam mengganggu keseimbangan hormon, hingga menyebabkan kanker payudara dan prostat. BPA juga berperan dalam jumlah sperma yang rendah, masalah tingkah laku, obesitas, diabetes tipe 2, dan daya tahan tubuh yang lemah.
Menurut toksikologis Patricia Rosen, BPA menimbulkan ancaman kecil dalam jumlah sedikit. Namun paparan yang terus menerus akan meningkatkan faktor risiko. Sebagai pencegahan, Rosen menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan kalengan dan tidak memanaskan hidangan dalam wadah plastik.
4. Arsenik
Di Amerika, arsenik ditemukan secara alami dalam air tanah. Ketika arsenik anorganik dalam jumlah cukup besar masuk ke dalam air atau tanah pertanian, maka air yang diminum dan tanaman yang dihasilkan berbahaya bila dikonsumsi.
Menurut juru bicara American Academy of Nutrition and Dietetics, Heather Mangieri, arsenik dalam air sejauh ini belum menimbulkan masalah. "Populasi yang harus diawasi adalah mereka yang banyak mengkonsumsi nasi," kata Heather.
Pengawasan ini dilakukan atas bayi yang makan sereal, vegan dengan sayurannya, dan penderita celiac disease yang tidak boleh terlalu banyak makan padi-padian. Tips menghindari arsenik bagi yang mengkonsumsi beras adalah, pastikan beras sudah dicuci bersih dengan perbandingan saat memasak adalah 6 gelas air untuk 1 gelas beras.
5. Pewarna buatan
Riset yang dipublikasikan The Lancet pada November 2007 menemukan adanya "efek yang merugikan" pada anak usia 3, 8, dan 9 tahun dari minuman serta makanan yang menggunakan pewarna buatan. Riset yang dilakukan peneliti asal Southampton University ini menemukan, kecanduan pewarna buatan meningkatkan hiperaktivitas pada anak.
Sebuah meta-analysis yang diterbitkan American Academy of Child and Adolescent Psychology pada Januari 2012 juga menemukan adanya hubungan, antara pewarna buatan dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Riset tersebut memperkirakan 8 persen anak dengan ADHD memiliki gejala yang berhubungan dengan pewarna makanan. Namun hasil ini masih membutuhkan riset lanjutan.
Untuk mencegah paparan pewarna buatan pada anak, orangtua sebaiknya membatasi makanan yang menggunakan pewarna. Akibat yang merugikan ini meyakinkan Eropa melalui Food Standards Agency, untuk melarang penggunaan sejumlah pewarna buatan antara lain Blue Dye No. 1 dan Yellow Dye No. 5.
(Rosmha Widiyani, KOMPAS.com)
Sabtu, 25 Oktober 2014
Minggu, 19 Oktober 2014
Peduli
Sikap peduli sangat penting untuk dimiliki oleh setiap manusia. Karna manusia adalah makhluk social dan kita harus peduli terhadap sesama. Pada zaman ini sikap kepedulian terhadap sesame mulai berkurang contohnya banyak orang-orang kaya yang akan dunianya sendiri. Mereka mampu membantu orang-orang miskin. Mereka mempunyai lebih dari cukup harta untuk meyekolahkan 1 anak jalanan tapi mereka tidak melakukannya. Sebagai makhluk social kita yang mampu harus mau membantu secara ikhlas saudara kita yang tidak mampu itulah salah satu contoh syang menunjukan bahwa kita mempunyai sikap perduli terhadap sesama.
Mengendalikan diri
Dalam
keadaan tertentu kita terkadang sulit unukmengendalikan diri sendiri dimana
banyak hal yang sangat membuat kita ingin marah dan brontak terhadap suatau hal
yang membuat kita marag. Semua itu timbul karena emosi yang ada dalam diri kita
berupa amarah, sedih, senang benci, cinta dan sebagainya. Dan itu adalah reflek
atau respon alami yang terjadi dari suatu hal yang kita alami. Untuk mengontrol
emosi atau amarah yang berlebihan cobalah lihat situasi yang membuat kita mara.
Pikirkanlah apa penyebabnya. Hal ini akan sedikit membantu seseorang dalam
mengendalikan diri mereka
Mengambil resiko
Mengambil
resiko. Norang yang tidak mempertaruhkan apa-apa, tidak melakukan apa-apa,
tidak memiliki apa-apa, bukan siapa-siapa
dan menjadi bukan apa-apa. Ia
mungkin menghindari penderitaan dan kesedihan namun ia tidak dapat
belajar merasakan, berubah tumbuh mencintai dan hidup itu adalah orang yang
berani mengambil resiko. Banayk orang takut untuk mengambil resiko karena takut
kehilangan sesuatu. Apa yang mereka tidak sadari adalah tidak mengambil resiko
juga dapat berarti kehilangan besar saat kita mengambil resiko artinya kita
membiarkan diri kita dapat menggapai sesuatu contoh pada remaja adalah
menyatakan cinta ketika orang tersebut malu-malu dan enggan untuk menyatakan
cintanya maka orang yang aka ia tuju bukan tidak mungkin akan menjadi milik
orang lain dan hanya penyesalan yang akan menghampirinya
Memiliki prinsip hidup
Nama
saya bhekti dwiyanto status saya sekarang adalah mahasiswa teknik industry di
universitas mercu buana. Prinsip hidup setiap orang harus memiliki prinsip
hidup dalam hidupnya karna tanpa prinsip didalam kehidupannya hari-hari orang
tersebut tidak akan tertata dengan baik. Prinsip hidup saya adalah selalu
berlaku dan berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari demi meraih kesuksesan
dam dapat membahagiakan kedua orang tua. Prinsip itu dapat memotivasi saya agar
lebih giay belajar agar dapat meraih cita
Langganan:
Postingan (Atom)


