Review Jurnal
A. Judul
PEMBUATAN
BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH ABU KETEL,
JARAK DAN GLISERIN
B. Penulis
Samsudi
Roharjo
C. Sumber
D. Abstrak
Kenaikan harga bahan bakar minyak membawa dampak
naiknya harga sembako dan berbagai kebutuhan hidup lainnya. Hal ini akan
berdampak pada beban hidup masyarakat yang semakin berat apabila tidak
diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Sebagai konsekuensinya, suka tak suka,
subsidi BBM akan terus dikurangi dan secara langsung harga BBM makin mahal di
masa datang. Maka seiring dengan itu, kini persoalan yang amat mendesak adalah
pengadaan diversifikasi energi guna mengurangi
ketergantungan
pada BBM yang berbahan baku fosil ini. Maka penelitian ini
diharap sebagai
solusi sebagai pengganti BBM, Dapat mengetahui seberapa
besar nilai
kalor yang terkandung di dalam briket sisa pembakaran dari hasil
penelitian,
dengan metodologi eksperimen dapat menentukan klasifikasi
briket sisa
pembakaran
E.
Tujuan Penulisan
Pemerintah sejak sepuluh tahun lalu
menaikkan tarif listrik dan telepon, juga mengurangi subsidi bahan bakar minyak
(BBM). Kebijakan yang tak populer ini telah menuai beragam protes keras dari
masyarakat dan industri. Pasalnya, kenaikan harga BBM membawa dampak naiknya
harga sembako dan berbagai kebutuhan hidup lainnya. Implikasinya, masyarakat
kebanyakan akan makin miskin dan beban hidup yang dipikul akan makin berat jika
tak diikuti peningkatan pendapatan. Di sisi lain, jika subsidi BBM
tidak dikurangi
maka hal ini menjadi beban yang amat berat bagi negara, apalagi dengan perekonomian
yang belum pulih saat ini. Konsekuensinya, suka tak suka, subsidi BBM akan
terus dikurangi dan secara langsung harga BBM makin mahal di masa datang. Maka
seiring dengan itu, kini persoalan yang amat mendesak adalah pengadaan diversifikasi
energi guna mengurangi ketergantungan pada BBM yang berbahan baku Fosil ini.
F.
Metode
Penelitian ini bersifat
experimental-laboratris. Penelitian diujikan di
laboratorium dengan
membuat briket bioarang yang berasal dari campuran sisa pembakaran bahan bakar
pabrik gula dan perekat dalam berbagai variasi komposisi guna mendapatkan nilai
kalor yang maksimum.
G.
Hasil
Sisa pembakaran bahan bakar pada
pabrik gula berupa partikel-partikel debu yang sangat banyak sekali
dikhawatirkan akan berpengaruh membawa dampak negative bagi warga masyarakat
sekitar. Apabila nilai kalor briket bioarang ini memenuhi standar sebagai bahan
bakar alternatif, masyarakat dapat menggunakan briket bioarang ini untuk kebutuhan
sehari-hari. Sisa pembakaran bahan bakar pada saat proses pencampuran
dengan limbah
jarak dan gliserin, dapat membentuk tekstur yang padat, sehingga setelah dicetak
menjadi bongkahan briket tidak mudah rusak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar