Sistem Management
Lingkungan
Sistem manajemen lingkungan adalah suatu sistem yang digunakan
oleh perusahaan untuk mengelola lingkungan. Standar internasional ISO 14000
merupakan salah satu wahana untuk menjamin kinerja sistem manajemen lingkungan
tersebut.
Konsep konstruksi berkelanjutan yang memasukkan aspek
lingkungan dalam setiap tahap proses konstruksi perlu mendapat perhatian. Untuk
melaksanakan konsep konstruksi berkelanjutan diperlukan adanya suatu system manajemen
lingkungan yang baik dengan didukung oleh standar yang mengatur tentang sistem
tersebut. Dalam studi ini digunakan ISO 14000 sebagai wahana untuk menjamin
kinerja sistem manajemen lingkungan tersebut.
Elemen ISO 14000 yang terkait dengan proyekkonstruksi adalah
polusi udara, pembuangan ke sumber air, pasokan air dan pengolahanlimbah domestik,
limbah dan bahan-bahan berbahaya, gangguan, bunyi/kebisingan dan getaran,
radiasi, perencanaan fisik, pengembangan perkotaan, gangguan bahan/material, penggunaan
energi, keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.
Sedangkan keuntungan ISO 14000 terdiri dari dua bagian,
yaitu keuntungan potensial langsung dan keuntungan potensial tidak langsung. Keuntungan
potensial langsung meliputi reduksi dalam penggunaan sumber daya material, reduksi
dalam penggunaan energi, reduksi dalam bahan sisa, reduksi dalam keluhan dan tindak
lanjut, menghindari denda dan penalti, dan menghindari pertanggungjawaban seseorang.
Menurut standar ISO 14000, SML mencakup lima unsur yang
saling berkaitan yaitu.
1.
Kebijakan
lingkungan
2.
Perencanaan
3.
Penerapan dan
operasi
4.
Pemeriksaan dan
tindakan koreksi dan
5.
Pengkajian
management
Kelima
unsur terkait tersebut merupakan urutan proses yang merupakan suatu seri
langkah penerapan yang saling berhubungan. Umpan balik dari kelima unsur SML tersebut
akan menjamin penyempurnaan kinerja lingkungan suatu perusahaan dan dapat
dilakukan secara berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar